BHUMI DERES MILI: P2NV.COM: Pay Phone Number Verification Dipresentasikan oleh: kusyoto Hanya Dengan Memverifi...
DERMATOFITOSIS E.C TINEA CORPORIS
Posted by Kusyoto, kyt | Selasa, 26 Juli 2011 | Category:
Penyakit Kulit
|
0
komentar
v PENDAHULUAN
Penyakit infeksi jamur, masih memiliki prevalasi yang cukup tinggi di Indonesia, mengingat Negara kita beriklim tropis yang mempunyai kelembaban tinggi.1 jamur bias hidup dan tumbuh dimana saja, baik di udara, tanah, air, pakaian bahkan ditubuh manusia. Jamur bis menyebabkan penyakit yang cukup parah bagi manusia.
Penyakit tersebut antara lain :
Ø Micosis yang menyerang langsung pada kulit
Ø Mikotoksitosis akibat mengkonsumsi toksin jamur yang ada dalam produk makanan
Ø Misetismus yang disebabkan oleh konsumsi jamur beracun.2
Laporan kasus ini membahas Tinea Corporis, Salah satu contoh dermatofitosis. Dermatofitosis merupakan infeksi jamur superficial genus dermatofita, pada lapisan epitel yang berkertinisasi (lapisan tanduk), jarang menginfeksi lebih dalam, ditandai dengan lesiinflamasi maupun non inflamsi pada daerah kulit berambut halus (glabous skin) dan tidak dapat hidup pada membrane mukosa (vagina, mulut),1,3,4,5 Kadang-kadang lesinya menyerupai penyakit kulit lain, sehingga sangat diperlukan ketepatan mendiagnosis.
v LAPORAN KASUS
Seorang perempuan, suku melayu, sudah menikah berusia 30Th, datang ke poli rawat jalan puskesmas dengan keluhan gatal di perut dan tangan sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya muncul gelembung kecil, berwarna putih bening seperti jerawat di bagian perut, gatal (+), oleh pasien di garuk, kemudian pecah dan meluas sampai seluruh perut dan tangan. Pasien berobat sendiri, di beri bedak Herocyn® sehari 3x, namun gatal tidak juga berkurang. Rasa gatal akan bertambah bila terkena keringat. Kemudian oleh pasien dibiarkan saja, sehingga lama kelamaan bertambah luas dan berwarna merah.
Pasien bekerja di RS bagian pelaksana, sakit seperti ini sebelumnya (-), riwayat alergi (-), riwat kencing manis di keluarga (-), riwat penyakit dikeluarga yg serupa (+).
· Pemeriksaan Fisik
§ Abdomen
Inspeksi: macula eritema, anular, tersebar difus, berbatas tegas, pinggir lesi polisiklik dan agak meninggi, dengan papul dan vesikel di tepi. Daerah tenagh relative lebih tenang, skuma (+), linenifikasi (+).
v PENATA LAKSANAAN
Pasien di beri Khlorpheniramin maleat 4 mg (3x1 tablet), ketokonazole 400 mg (1x1 tablet), ketokonazole salep (2x per hari).
Keluhan saat control Gatal (-), obat dilanjutkan, ditambah vit C 50 mg (3x1 tablet), vitamin B Complex (3x1 tablet).
v PEMBAHASAN
v SIMPULAN
v DAFTAR PUSTAKA
1. Nasution MA, Muis Kamaliah, Juwono, dkk. Diagnosis dan penatalaksanaan dermatofitosis. Cermin dunia kedokteran edisi khusus 1992, 80:116-118
2. Wed. Jangan anggap remeh jamur kulit. 25 mei, 2004. Sumber ………..
3. Lesher Jr JL.Tinea Corporis.december 2,2005……………………………
4. Baligni K, Vardi VL, Barzegar MR et al. Extensiv Tinea Corporis With Photosensifity…………………………………………………………..
5. Stoppler MC.Ringworm (Tinea) Causes, Symtoms, Diagnosis and Treatment.
6. Fauci L. Miscellaneous mycoses and algal infection.



gambar 1 gambar 2 gambar 3


gambar 4 gambar 5 gambar 6
Sumber: CDK (cermin dunia kedokteran) http://www.kalbe.co.id/cdk
Langganan:
Postingan (Atom)





Join The Community